Berita Daranante: Peristiwa Hari ini -->
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

11 Agustus 2022

PETI di Kabupaten Bengkayang Memakan Korban lagi, Polda Kalbar Diharapkan Untuk Merespon Cepat.

Foto: Lokasi PETI Yang Memakan Korban.
BorneoTribun.com Bengkayang Kalbar - 
 Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) Kembali memakan korban, Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, Kalbar pada Kamis 11 Agustus 2022. Satu korban jiwa dan satunya lagi dalam keadaan kritis di rumah sakit.

Kejadian tersebut di benarkan langsung oleh Geradus selaku kepala Desa Tiga Berkat kepada media ini.

Seperti yang dialami salah satu warga Dusun Sekinyak inisial  SDN menjadi korban demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Sementara kami juga dari pemerintah desa juga tidak bisa mendata dimana hampir setiap hari keluar masuk  satu orang yang dibawa kawan, dibawa keluarga sampailah pada hari kemaren ada kecelakaan satu korban dan yang satu kritis dan masih sempat dibawa kerumah sakit, sebenarnya kami dari pemerintahan desa bersama dengan pemerintah kecamatan dan kepolisian. Dalam hal ini juga kami tidak henti-hentinya menghimbau kepada mereka pekerja tambang," ucapnya.

Geradus juga mengatakan dimana kecelakaan tersebut dan menurut informasi kawan-kawan dilapangan sekitar pukul 13:00 siang hari dan posisi korban tertimpa batu. Memang kejadian tersebut adalah kecelakaan tunggal dan mereka yang bekerja disitu pribadi tidak ada Bos dan respon keluarga juga terakit kecelakaan tersebut mereka tidak terlalu respon yang luar biasa kerna mereka sudah tau dengan resikonya bekerja ditempat yang rawan kecelakaan", ucap Geradus.

peristiwa serupa juga pernah terjadi pada Sabtu 25 Juni 2022 lalu, Dua pekerja masing-masing berinisial RS asal Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas dan RD asal Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang menjadi korban longsor di Kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Goa Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalbar.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalbar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan (Saat menjabat dan sekarang di ganti oleh Kombes Pol Raden Petit Wijaya) mengatakan, dalam kesempatan tersebut, Jansen menegaskan aktivitas tambang emas ilegal merupakan aktivitas yang dilarang, karena melanggar Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara serta Undang-Undang tentang Penggunaan Bahan Kimia dan Larangan Penggunaan Bahan Kimia.

Selain itu, kata Jansen, tambang ilegal juga menimbulkan kerusakan lingkungan.

"Pelaku dapat ditindak tegas dan dikenai sanksi hukuman yang cukup berat sesuai dengan peraturan terkait. Bagi masyarakat yang mengetahui aktivitas tambang ilegal, segera laporkan,".

Kombes Pol Raden Petit Wijaya Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalbar saat di konfirmasi terkait terjadinya PETI yang makan korban di Kabupaten Bengkayang belum ada respon saat di WhatsApp.

Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno saat dikonfirmasi melalui WhatsApp  terkait maraknya aktivitas PETI di Kabupaten Bengkayang dan sering memakan korban, (pihak media meminta tanggapan) Kapolres mengatakan bahwa:
 "Ya pak.. perlu ditangani secara bersama2 oleh pemerintah dan stake holder terkait lainnya," jawaban Kapolres.

Pihak Media BorneoTribun.com menanyakan kapan akan ditangani dan kita tunggu reaksi cepatnya? 
respon dari Kapolres Bengkayang:
"Utamanya adalah terbukanya lapangan pekerjaan, sesuai dgn kualitas SDM yg ada," jawab Kapolres.

Seringnya PETI di Kabupaten Bengkayang memakan korban, Kapolda Kalbar diharapkan untuk merespon cepat atas kejadian tersebut di karenakan hampir tiap bulan selalu ada korban jiwa dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin tersebut.
 
Penulis : Rinto Andreas/Libertus
Editor: Libertus 

27 Februari 2022

Diduga Seorang Warga Inggis Tenggelam di Sungai Kapuas

Diduga Seorang Warga Inggis Tenggelam di Sungai Kapuas
Diduga Seorang Warga Inggis Tenggelam di Sungai Kapuas. 


BorneoTribun Sanggau, Kalbar – Seorang warga di Dusun Sejata, Desa Inggis, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau yang telah berumur 55 tahun dikabarkan hilang di duga tenggelam terseret arus Sungai Kapuas sekitar pukul 05.00 Wib, Minggu (27/2/2022).


Kepala Desa Inggis Sunardi ketika dikonfirmasi melaui pesan whatshapp membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan warganya yang dikabarkan hilang tersebut bernama Manan.


Sementara, warga dalam pencarian hanya menemukan sendal dan ember sabun korban di atas jamban.


"Menurut keterangan dari pihak keluarga,  sekitar pukul 04.30 Wib, korban pergi ke sungai untuk mengambil air wudhu dan informasinya korban juga memiliki riwayat penyakit ayan,”kata Sunardi, Minggu (27/2/2022).


Dikatakan Sunardi saat ini warga kepolisian, TNI, BPBD serta Basarnas Sintang masih melakukan pencarian di Sungai Kapuas.


(Libertus)

11 Februari 2022

Hati-hati! Tanah Longsor sepanjang 50 M disekitar Tugu Selamat Datang Kota Sanggau

Hati-hati! Tanah Longsor sepanjang 50 M disekitar Tugu Selamat Datang Kota Sanggau.
BorneoTribun.com Sanggau, Kalbar- Akibat curah hujan tinggi mengakibatkan tanah lonsor disekitar Tugu Selamat Datang Kota Sanggau tepatnya di Desa Sei Mawang, Km 10 Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kamis (10/2/2022) pukul 21.00 WIB.

Lonsor juga mengakibatkan tebing Jalan Sanggau-Sosok setinggi 8 m panjang kurang lebih 50 m abrasi dan bergesernya badan bahu jalan.

Selain itu, tiang listrik (PLN) juga bergeser dan salah satu tiang listrik ada yang roboh terbawa longsor sehingga listrik jalur sektor Keluarahan Bunut padam. 

Sementara, Pihak PLN sudah melakukan pemadaman sementara untuk perbaikan jaringan.

Kapolsek Kapuas, Iptu Heri Triyana saat dilokasi longsor, Dia menghimbau kepada masyarakat yang melintasi sanggau tepatnya di Tugu Selamat Datang Kota Sanggau untuk berhati-hati karena ada tanah longsor.

"Diharapkan masyarakat untuk berhati-hati saat melawati jalan lintas sanggau disekitar tugu selamat datang kota sanggau, karena lokasi tersebut terjadinya tanah longsor," himbau Kapolsek Kapuas.

Menurut Kapolsek Kapuas, apa bila ada hujan susulan tidak menutup kemungkinan lokasi tersebut akan mengalami longsor kembali.

Sementara, Dilansir BorneoTribun dari Suarakalbar, Jum'at (11/2), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Sanggau, Jonh Hendri mengungkapkan bahwa titik longsor berada di posisi kiri arah Sanggau – Bodok dengan panjang 50 meter dan dalam 8 meter.

“Peristiwa amblasnya jalan tersebut terjadi pada sore tadi saat hujan lebat mengguyur Sanggau dan dalam beberapa hari terakhir hujan deras menguyur Sanggau,” katanya.

Jonh menyampaikan pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut ke Satker APBN dan malam ini PPK dalam perjalanan menuju Sanggau.

“Untuk saat saat ini kita pasang genset untuk penerangan,” ujar John.

Sementara Kapolsek Kapuas IPTU Heri Triyana mengimbau masyarakat yang melintas lokasi tanah longsor untuk berhati-hati. Pasalnya, longsor mengakibatkan hampir separuh jalan amblas.

“Dimohon untuk berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu yang sudah terpasang,” pesan Heri.

Sebelumnya, dua ruas jalan nasional di Sanggau – Bodok juga mengalami longsor, Minggu (07/11/2021) malam. 

Tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) dan di dekat gerbang kota Sanggau, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas.

Turut dalam pengamanan dilokasi lonsor, hadir Personal Dishub, Anggota Kodim 1204-01 Kapuas, Polsek Kapuas, Personal BPBD Sanggau.

(Libertus)

20 Januari 2022

Kebakaran Rumah Warga di Balai Batang Tarang, Ini Keterangan Resmi Dari Polsek Dan Danramil Balai Batang Tarang

Kebakaran Rumah Warga di Balai Batang Tarang.

BorneoTribun.com Balai, Sanggau, Kalbar- Musibah Kebakaran rumah warga terjadi lagi, kini telah terjadi kebakaran di pasar Balai Batang Tarang sekitar pukul 15.00 Wib. Musibah kebakaran rumah warga terjadi di RT 04, RW 04, Dusun Melaban, Desa Hilir, Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Menurut Danramil Balai Batang Tarang, Peltu Imam Solikin membenarkan telah terjadinya musibah kebakaran di wilayah Koramil 1204-10/Balai pada puku 15.00 Wib, musibah kebakaran rumah warga terjadi di RT 04, RW 04, Dusun Melaban, Desa Hilir, Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Danramil Batang Tarang, Imam Solikin Saat Ikut Andil Memadamkan Api Kebakaran Rumah Warga di Balai Batang Tarang.

"Terjadinya musibah kebakaran pada pukul 15.00 Wib, sumber api berasal dari gudang onderdil motor milik Bapak Asang. Masyarakat setempat berupaya bersama-sama untuk memadamkan api tersebut. Tapi api belum bisa di padamkan karena kondisi api sangat besar sehingga merambat sampai ke ruko sebelah," ucap Imam Solikin selaku Danramil yang ikut terjun untuk memadamkan api tersebut.

Lebih lanjut Imam Solikin mengatakan bahwa pada saat itu  Tim pemadam kebakaran Batang Tarang yang sudah berada di lokasi kejadian kebakaran meminta bantuan kepada Pemadam Tayan Hulu, tayan Hilir, Ngabang, Parindu, PT. Antam dan Sanggau.

"Pada saat itu Tim pemadam  kebakaran yang terjun ikut dalam aksi pemadaman kebakaran rumah warga di terjukan dari Balai Batang Tarang 2 unit, Tayan hulu 2 unit, Tayan Hilir 1 unit, PT Antam 1 unit,
Parindu 1 Unit, Ngabang 1 Unit, Sanggau 1 unit. Jadi keseluruhan semuanya ada 9 unit mobil pemadam kebakaran yang ikut untuk membantu memadamkan kebakaran tersebut," ucapan Danramil. 

"Api dapat di padamkan pada pukul 17.00 Wib, dalam keadaan aman. Kerugian material di perkirakan mencapai 2 M," ucapnya.

Kapolsek Balai Batang Tarang, Sutono Saat Ikut Andil Dalam Menjaga Keamanan Saat Kebakaran Rumah Warga di Balai Batang Tarang.

Di tempat terpisah, Kapolsek Balai Batang Tarang mengakatakan hal yang sama, bahwa benar telah terjadi musibah kebakaran rumah warga. Menurut keterangan resmi dari Kapolsek Balai Batang Tarang, Iptu Sutono menyampaikan, pada hari kamis tanggal 20 Januari 2022 sekira pukul 15.00 Wib telah terjadi Kebakaran terhadap Sepuluh (10) rumah warga dari 7 orang pemilik di RT 04, RW 04, Dusun Melaban, Desa Hilir, Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

"Adapun identitas data pemilik rumah yang terkena musibah adalah bangunan tempat tinggal Sali, selaku ketua DAD Kecamatan Balai Batang Tarang, Rumah dan bengkel Julianto ( jipah/Asang) pemilik bengke montor, Rumah tempat tinggal Suwanto, Rumah tempat tinggal Suyati, Ruko 2 pintu untuk sembako milik Akun, Warung makan milik Sapriansyah, Rumah tempat tinggal milik Saupan, jadi total 10 ruko atau rumah dari 7 orang pemilik," ucap Kapolsek.

"Dalam kejadian kebakaran tersebut tidak ada memakan korban jiwa dan hanya mengalami kerugian barang dan material. Kejadian kebakaran tersebut merembet ke bangunan lain yang ada disebelahnya , karena jarak antar bangunan sangat dekat ( Berderetan ). Kerugian materi berupa perabot rumah tangga, barang elektronik dan pakaian, dan barang lainnya, perkiraan kerugian yang di alami belum bisa ditaksir kan," ucap Sutono.

(Libertus)

10 Januari 2022

Faktor Ekonomi Yang Sangat Memprihatikan, Revangga Prasetyo Lulus Calon Jaksa

Faktor Ekonomi Yang Sangat Memprihatikan, Revangga Prasetyo
Lulus Calon Jaksa.

BorneoTribun Pontianak, Kalbar- Revangga Prasetyo, SH merupakan lulusan Cum Laude Universitas Tanjungpura Pontianak yang berhasil lulus sebagai Calon Jaksa melalui jalur Mahasiswa Cum Laude penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan RI Tahun 2021. 

Revangga Prasetyo adalah anak bungsu dari dua saudara dari seorang bapak yang bernama Suharno dan ibu bernama Erni Witarsih.

Bapak Revangga sendiri berprofesi sebagai penjaga malam (satpam) disalah satu perusahaan swasta. 

Bapak Sakit dan Ibu Jadi Tulang Punggung, Alhamdulillah, Anak Lulus Calon Jaksa. 

Namun dengan penyakit yang diderita, terpaksa bapaknya itu harus berhenti bekerja. 

Dan hingga saat ini sosok ibu Revangga yakni ibu Erni menjadi tulang punggung keluarga bekerja menjadi tenaga kebersihan disalah satu Akademi swasta di Kota Pontianak.

Dengan faktor ekonomi yang sangat memprihatikan, Revangga Prasetyo berkomitmen dan berusaha untuk menyelesaikan kuliahnya dengan cepat dan berhasil menyelesaikan studinya kurang lebh selama 3,5 tahun, dengan IPK 3,51.

Dengan basic sebagai sarjana hukum Revangga Prasetyo, SH, bercita-cita menjadi salah satu aparat penegak hukum, berdasarkan informasi dari teman-temannya tentang adanya penerimaan CPNS Kejaksaan RI tahun 2021.

Kemudian Revangga mendaftarkan diri untuk mengikuti tes masuk CPNS Kejaksaan RI. 

Setelah mengikuti beberapa tahapan tes, pada Senin 27 Desember 2021, dari ribuan pendaftar secara nasional, Revangga dinyatakan berhasil lulus menjadi salah satu CPNS Kejaksaan RI tahun 2021, yang berasal dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Dengan kondisi pekerjaan orang tuanya dan perekonomian keluarganya, menjadi motivasi tersendiri bagi Revangga untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan layak untuk masa depan diri dan keluarganya. untuk mengubah kehidupan keluarganya menjadi lebih baik.

"Saya mengikuti test masuk CPNS Kejaksaan RI, tanpa dipungut biaya / gratis," ungkap Revangga Prasetyo. 

"Motivasi Terbesar Saya Adalah Dapat Membanggakan Kedua Orang Tua Saya dan Untuk Diri Saya Sendiri, Bagi Saya Tidak ada yang Tidak Mungkin Jika telah Berusaha Dengan Diiringi Doa Dan Restu Kedua Orang Tua,"  kata Revangga Prasetyo. 

Kemudian, Kajati Kalbar DR. Masyhudi, SH., MH juga menyampaikan bahwa “Penerimaan CPNS Kejaksaan transparan, obyektif dan tidak ada rekayasa. Semuanya dilakukan dengan sangat fair. Semoga orang orang yang diterima dan bergabung dengan Adhyaksa adalah orang orang yang pintar, terpilih, layak dan pantas serta yang tidak kalah pentingnya adalah orang yang berintegritas”

Penkum Kejati Kalbar
Reporter: Libertus

17 Desember 2021

Kebakaran Rumah Warga, Ini Keterangan Resmi Dari Polsek Sekayam

Musibah Kebakaran Rumah Warga di Dusun Bakai II, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten sanggau, Kalbar.


BorneoTribun.com Sekayam, Sanggau, Kalbar- Musibah Kebakaran rumah warga di Dusun Bakai II, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten sanggau, Kalbar.

Menurut keterangan resmi dari Kapolsek Sekayam Iptu Ruslan Abdul Gani, S.H., M.H., menyampaikan, pada hari Jumat tanggal 17 Desember 2021 sekira pukul 15.00 Wib telah terjadi Kebakaran terhadap 3 ( Tiga ) rumah warga di Dusun Bakai II, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten sanggau, Kalbar.

Adapun Identitas Pemilik Rumah I 
Atas nama Ratnawati (63 Tahun) dan adapun identitas pemilik rumah II atas nama Herlina Wati (26 Tahun)
serta pemilik rumah III atas nama  Nazaruddin ( 42 Tahun)
Semuanya beralamat yang sama di
Dusun Bakai II, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam Kabupaten sanggau.

"Kejadian diduga api berasal dari Konselting listrik dirumah Ratnawati (dalam kamar anaknya) yang mana api tersebut berasal dari colokan listrik/terminal listrik yang hidup dan tidak dimatikan sehingga terjadilah konsleting listrik dan menimbulkan api sehingga api tersebut menjalar ke rumah Herlinawati dan Nazar yang jaraknya berdekatan dengan rumah korban, dan pada saat itu pemilik rumah korban Herlina Wati sedang berbelanja kewarung dan seketika berbalik ke rumah korban atas nama Herlina Wati baru mengetahui terjadinya kebakaran tersebut dan Korban Nazar sedang berada di rumah dan terkejut mendengar suara teriakan kebakaran dari warga yang berada di dekat TKP," tutur Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek Sekayam Iptu Ruslan Abdul Gani, S.H., M.H., mengatakan, sekira 4 Jam kejadian api berhasil dipadamkan dengan menggunakan alat berupa ember dan mesin robin oleh Damkar dan warga sekitar.

"Dalam kejadian kebakaran tersebut tidak ada memakan korban jiwa dan hanya mengalami kerugian barang dan material. Kejadian kebakaran tersebut merembet ke 2 bangunan yang ada disebelahnya , karena jarak antar bangunan sangat dekat ( Berderetan ). Kerugian materi berupa perabot rumah tangga, barang elektronik dan pakaian, perkiraan kerugian yang di alami Pemilik Rumah I, Ratnawati sekitar Rp. 205.000.000,- (Dua Ratus Lima Juta Ribu Rupiah ) dan Kerugian yang di alami oleh Pemilik Rumah II, Herlina Wati Sekitar Rp. 170.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Juta Ribu Rupiah) dan Kerugian yang di alami oleh Pemilik Rumah III Nazaruddin Sekitar Rp. 152.000.000,- (Seratus Lima Puluh Dua Juta Ribu Rupiah ) dan bangunan tersebut sudah kita pasang police line," ucapnya.

(Libertus)

Dealer Astra Honda Dan Ruko di Balai Karangan Terbakar

Dealer Astra Honda Dan Ruko di Balai Karangan Terbakar di Lahap Si Jago Merah.

BorneoTribun.com Sekayam, Sanggau, Kalbar- Si jago merah kembali melahap beberapa rumah toko (Ruko), telah terjadi kebakaran di Balai Karangan
yang menghanguskan empat buah Ruko.

Menurut informasi yang di peroleh media BorneoTribun.com, yang di informasikan oleh Kepala Desa Balai Karangan melalui whatsAapp mengatakan, memang benar telah terjadi kebakaran di Dusun Bakai 2, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kalbar. Pada 17 Desember 2021.

"Informasi musibah Kebakaran di Dusun Bakai 2, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, kejadian sekitar Pukul 03.00 Wib (3 Sore) menjelang azan waktu sholat ashar, 4 buah Ruko terbakar. 3 buah Ruko milik Bibi Ratnawati alias bibi Rat (seorang janda), 1 pintu di gunakan untuk Dealer Honda milik Nazaruddin alias Nazar. 2 Ruko yang ditempati Ratnawati rusak parah sekitar 80 persen terbakar, 1 ruko yang di tempati Herlinawati ludes di perkirakan sekitar 50 persen, dan satu ruko milik Bg Nazar di perkirakan 35 persen rusaknya," ucap Erzan.

Masih menurut Erzan selaku Kepala Desa, "tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, saat kejadian tidak ada orang di rumah. Menurut keterangan anak bibi Rat bernama Sri yang tinggal sementara di rumah kejadian tidak mengetahui asal usul Api dari mana, soalnya pas pada saat kejadian itu dia (Sri) bersama anaknya lagi keluar belanja sebentar ke pasar, pas pulang ke rumah melihat Asap sudah luar biasa dari dalam rumah (bahasa yang di sampaikan ke pak Kades). Atas kejadian tersebut diperkirakan total kerugian mencapai Rp 300-400 juta rupiah. Alhamdulillah penanganan kejadian tersebut dapat segera di bantu oleh Tim Damkar Sekayam menggunakan mobil pemadam kebakaran, juga di bantu tenaga gotong royong warga masyarakat. Kejadian tersebut tepat di jalan Raya Lintas Malenggang di mana jalur Air pipa PDAM juga sangat membantu dalam penanganan Musibah Kebakaran tersebut. 
Penanganannya juga di bantu dari Polsek Sekayam, Koramil Sekayam dan para Kadus. Bapak Kapolsek Sekayam dan Bapak Danramil Sekayam berpesan agar warga masyarakat selalu waspada dan menjaga  terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan musibah," tutur Kades.

Kades Balai Karangan Erzan Umar menyampaikan Agar masyarakat tetap waspada terhadap Kediaman dan lingkungan sekitar terutama terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan musibah. 

"Semoga yang mendapat ujian ini di berikan Ketabahan, kesabaran, dan Solusi dari Allah SWT agar dapat di berikan jalan untuk membangun atau memperbaiki Kediamannya yang rusak habis terbakar akibat musibah kejadian tersebut," harapan Erzan.

07 Juni 2021

Mobil bawa Rombongan Santri di Sekayam Terguling dan Tabrak Pohon Sawit, Lima orang Tewas

Mobil bawa Rombongan Santri di Sekayam Terguling dan Tabrak Pohon Sawit, Lima orang Tewas
Mobil bawa Rombongan Santri di Sekayam Terguling dan Tabrak Pohon Sawit, Lima orang Tewas.


BORNEOTRIBUN SANGGAU - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Semuntai-Sekadau, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Kalbar, membawa rombongan santri, Minggu (6/6/2021).


Kecelakaan tunggal ini dialami mobil Grand Livina dengan nomor polisi KB 1785 SC menyebabkan lima orang meninggal dunia dan empat luka-luka.


Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polres Sanggau Iptu Sukadi membenarkan peristiwa itu. Dia mengatakan, polisi saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Dijelaskan dia, mobil yang mengangkut sembilan penumpang di antaranya para santri dari salah satu pondok pesantren di Kecamatan Sekayam itu terguling dan menabrak pohon kelapa sawit.


“Kami olah TKP terlebih dahulu. Setelah olah TKP, sekalian kami melakukan pemeriksaan terhadap para saksi guna mengetahui penyebab kecelakaan tunggal hingga menyebabkan lima orang meninggal,” katanya.


Dugaan sementara penyebab kecelakaan karena mobil sempat mepet ke sebelah kiri lalu ke kanan jalan hingga keluar jalur kemudian menabrak pohon sawit.


“Kendaraan keluar aspal dengan kecepatan tinggi, lalu menabrak pohon sawit,” ujarnya.


Dia menyebutkan kesembilan korban masing-masing berinisial W (35) warga Dusun Rintau, Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam (trauma tumpul dada dan perut), kemudian DF (32) warga Dusun Tuak, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam (luka sobek punggung kaki kiri, patah tulang selangka kiri), dan R (3) warga Dusun Tuak, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam (luka sobek dahi, luka lecet tangan kanan dan kaki kiri).


Berikutnya, AMP (39) warga Dusun Tuak, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam (luka sobek kepala dan retak tulang tengkorak), AS (60) warga Desa Bungkang Kecamatan Sekayam (meninggal dunia), RF (50) warga Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam (MD), Hj S (80) warga Dusun Rintau, Kecamatan Sekayam (meninggal dunia), PAA (8) warga Dusun Tuak, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam (meninggal dunia), dan N (6) warga Dusun Rintau Kecamatan Sekayam (meninggal dunia).


Sementara Kasat Lantas Polres Sanggau, AKP Anne Tria Sefyna menyebutkan dari sembilan orang yang berada di mobil, lima meninggal dunia.


“Empat orang selamat masih dirawat di Rumah Sakit Centra Medika Sanggau. Sementara korban meninggal dunia saat ini di RSUD MTg Djaman,” katanya. (*)

28 Mei 2021

Tak senang Bunyi Knalpot Sepeda Motor Keras, ES Tusuk Korban gunakan Dodos Sawit

Ilustrasi penusukan.

BORNEOTRIBUN SANGGAU - Kapolres Sanggau melalui Kapolsek Beduai AKP Eeng Suwenda membenarkan adanya dugaan kasus penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Beduai.

Kapolsek Beduai menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat, tanggal 28 Mei sekira pukul 10.00 Wib telah terjadi kasus penganiayaan di Dusun Beduai, Desa Bereng Bekawat, yang dilakukan oleh tersangka ES (40) dengan cara menusuk korban N 21 Tahun menggunakan Dodos Sawit, sehingga mengakibatkan korban luka-luka dan dibawa kerumah Sakit atau Puskesmas Beduai.

Tak senang Bunyi Knalpot Sepeda Motor Keras-keras, ES Tusuk Korban gunakan Dodos Sawit.

"Untuk tersangka dan barang bukti sudah kita amankan di Polsek Beduai,"ucap Kapolsek.

"Situasi sampai saat ini dalam keadaan aman dan terkendali. Laporan lengkap menyusul, untuk motif masih kita dalami, informasi sementara berdasarkan keterangan saksi, tersangka merasa tidak senang kepada korban membunyikan knalpot sepeda motor keras-keras,"tutur Kapolsek. 

Reporter: Libertus 

15 Mei 2021

Miris, Pupuk Bersubsidi di Duga Palsu Beredar Luas di Kabupaten Bengkayang

Miris, Pupuk Bersubsidi di Duga Palsu Beredar Luas di Kabupaten Bengkayang.

BorneoTribun Bengkayang, Kalbar -- Pupuk Bersubsidi yang di duga palsu beredar luas di Kabupaten Bengkayang. Pupuk ini jenis NPK yang dikemas dalam karung pupuk Bersubsidi yang saat ini sudah beredar luas ke Petani-petani. Pupuk ini dijual Kepada Petani seharga 150.000 Per sak isi beratnya 50 kg.

"Awalnya Petani belum curiga dengan adanya pupuk Bersubsidi ini, tetapi setelah di cek oleh petani ternyata Pupuk NPK ini terbuat dari pasir dan krikil batu," terang Pak Bundel warga Dusun Ketanji, Desa karya bakti, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, kepada awak media ini, Kamis (13/5).

Lanjut Pak Bundel mengungkapkan  kekesalannya karna dalam hal ini Petani merasa di bohongi termasuk pihak PPLnya.

"Karna yang lebih tau dalam hal ini kan PPLnya barang bagus atau tidak bagus, masyarakat kan hanya tinggal ngambil aja, ini pupuk Urea, pupuk Ponska, tau-tau didalamnya Pasir dan batu krikil', Ucapnya Pak Bundel. 

Dia berharap kepada pihak penyalur pupuk Bersubsidi khususnya pihak PPL yang ada di Desa Karya Bakti ini untuk segera di ganti jangan diperpanjang lagi gantilah dengan Pupuk phonska yang asli warnanya.

"Phonska yang asli kalau yang ini bukan, ini banyak pasir dan batu-batu krikil, ini lah Petani dengan kondisi Pupuk kayak gini dan tanaman tidak maksimal hasilnya bagaimana Petani bisa jaya, percuma jadi petani kalau kayak gini, siapa yang membayarnya," katanya.

Dia menambahkan, kalau Pemerintah mau membantu masyarakat tatapi kayak gini gimana, Petani kan tidak tau menau bibit bagus atau ngak bagus, begitu juga dengan pupuk kami tidak tau menau bagus atau ngak bagus ketika disalurkan ternyata pemakaian kayak gini.

"Jagung jadi kurang bagus dan hasilnya tidak memuaskan, saya berharap kepada pemerintah pupuk ini segera dikembalikan kalau tidak di kembalikan bagaimana bisa ada solusinya nanti", Tutur Pak Bundel.

Senada juga dengan apa yang disampaikan warga lainnya, pak agus warga Dusun Keranji, Desa Karya Bakti, Kecamatan Sungai betung berharap kepada pemerintah atau PPL yang punya kebijakan untuk segera mengecek pupuk Bersubsidi ini dilapangan.

"Apakah pupuk ini asli atau tidak asli karna logonya menggunakan pupuk bersubsidi", Tutup Agus

Penulis : RA/Tim

14 Mei 2021

Ledakan Petasan Yang Tewaskan 4 Orang di Kebumen, Kini Kasusnya Ditangani Polda Jateng

Ledakan Petasan Yang Tewaskan 4 Orang di Kebumen, Kini Kasusnya Ditangani Polda Jateng
Ledakan Petasan Yang Tewaskan 4 Orang di Kebumen, Kini Kasusnya Ditangani Polda Jateng.

BorneoTribun Kebumen, Jateng - Polda Jateng Laksanakan pers rilis terkait ledakan petasan yang terjadi di Desa Ngabean Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen yang menewaskan 4 orang dan 4 lainnya luka-luka. Jumat (14/05/2021).

Kapolda Jateng menjelaskan dari hasil penyidikan inafis labfor dipastikan bahwa ledakan yang menewaskan 4 orang warga tersebut berasal dari bahan-bahan mercon/petasan.

Sampai saat ini Polda Jateng telah memeriksa 16 orang. Kasus ini masih terus didalami petugas untuk mencari darimana sumber bahan peledak tersebut didapatkan oleh para pelaku.

"Dari TKP kita kembangkan sudah kita periksa hampir 16 orang termasuk kita telusuri dari mana bahan mercon itu berasal,"jelas Kapolda.

Polres Kebumem sebelumnya telah melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) dan mengamankan hampir 4 kwintal bahan mercon. Seluruh jajaran Polda Jateng telah memusnahkan 72.000 pieces bahan mercon.
Hal ini menandakan masyarakat belum memiliki kesadaran bahwa bahaya petasan bisa mengancam jiwa.

"Ini akan kita kembangkan terus untuk jadi pembelajaran bahwa barang siapa yang menyimpan dan memguasai terkait bahan mercon/khandaq akan dikenai sanksi pidana UU Darurat No.12 Tahun 1951," tegas Kapolda.

Dari hasil pemeriksaan terhadap seorang pelaku yang saat ini juga masih di rawat di rumah sakit didapat hasil bahwa para pelaku mendapatkan bahan mercon tersebut dari Pati dan dipesan secara online.

"Penyidik kita sudah berangkat kesana untuk minta keterangan, nanti akan kita akan gambarkan secara utuh perkembangan selanjutnya," terangnya.

Di TKP, polisi menemukan hampir 400 selongsong, namun karena ke-4 pelaku tewas  menyulitkan polisi untuk mendapatkan keterangan.

"Karena pelaku atau korbanya meninggal semua jadi kita tidak tahu itu mau dijual atau mau kemana," katanya.

Atas kejadian ini Kapolda Jateng menghimbau pada seluruh warga Jawa Tengah untuk tidak main-main dengan petasan sebab bisa menimbulkan kerugian yang tak sedikit bahkan bisa mengancam jiwa.

(Yk/Sb)

12 Mei 2021

Tuangkan BBM dekat Tabung Gas, Toko Maesarah Dilalap Si Jago Merah

Tuangkan BBM dekat Tabung Gas, Toko Maesarah Dilalap Si Jago Merah.

BorneoTribun Lombok Tengah, NTB  -  Sebuah toko di dusun Majan, desa Batunyala kecamatan Praya Tengah milik Maesarah (35) terbakar. Kejadian berawal ketika anak pemilik toko, Restu (13) menuang bensin dekat tabung gas.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho SIK, melalui Kapolsek Praya Tengah, IPDA Geger M.P.S., menuturkan peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 Wita ketika anak korban sedang menuang BBM jenis premium ke wadah botol untuk dijual ecer.

"Tiba-tiba timbul percikan api dari sela barang dagangan korban jenis Gas dan menyambar BBM yang sedang dituang sehingga korban lari berteriak meminta bantuan warga sekitar," jelas Agus, Selasa (11/5).

Oleh warga sekitar, lanjutnya, api berusaha dipadamkan dengan alat seadanya. Sekitar 30 menit, 2 unit pemadam kebakaran Lombok Tengah tiba di TKP dan langsung melakukan pemadaman.

"Sekitar 30 menit api dapat dipadamkan. Akibat kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa namun barang-barang jualan korban semuanya ikut terbakar. Diperkirakan korban mengalami kerugian materi sekitar Rp 50.000.000," terangnya

Kejadian tersebut diindikasikan merupakan kelalaian dari anak korban yang menuang BBM didekat barang-barang yang mudah terbakar seperti Gas dan BBM serta counter handphone. 

Reporter: Adbravo

Terkini Lainnya

Hukum

Peristiwa

Kesehatan