Berita Daranante: Tes Swab Hari ini -->
Tampilkan postingan dengan label Tes Swab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tes Swab. Tampilkan semua postingan

11 Mei 2021

Dua Laki-laki Pengunjung Warkop di Sanggau Reaktif Saat Diswab

Dua Laki-laki Pengunjung Warkop di Sanggau Reaktif Saat Diswab
Laporan reporter BorneoTribun Liber. Dua Laki-laki Pengunjung Warkop di Sanggau Reaktif Saat Diswab.

BorneoTribun Sanggau, Kalbar -- Tim Satgas Covid-19 temukan dua orang laki-laki pengunjung Warkop di Sanggau Reaktif Saat Diswab.

Kegiatan ini dilakukan terkait  Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro (PPKM Mikro) dan Penegakan Peraturan Bupati Sanggau No. 47 Tahun 2020 yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sanggau pada sabtu malam (8/5/2021) kemarin.

Sebelum melaksanakan monitoring, tim satgas covid-19 melaksanakan apel malam di Posko TRC BPBD Kabupaten Sanggau guna mendapat arahan serta informasi rute yang akan dilalui monitoring dalam kegiatan tersebut.

Selanjutnya seluruh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, TNI, Polri, PM, dan Pawarsa melaksanakan monitoring di tempat-tempat yang menjadi titik kumpul masyarakat seperti warkop, cafe, rumah makan, perhotelan mulai dari kawasan Kelurahan Ilir Kota sampai kawasan Santana dan kawasan Kabana.

Dalam kegiatan tersebut tim satgas memberikan himbauan dan pemahaman  kepada masyarakat terkait bahaya penyebaran covid-19 dan mengajak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M serta menghimbau agar tidak usah keluar diatas jam 9 malam apabila tidak ada keperluan yang mendesak.

Pada kesempatan yang berbeda dalam wawancara anggota Satgas Covid-19 dari BPBD Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut tim satgas covid-19 melakukan monitoring aktivitas masyarakat di atas jam 9 malam dan berpesan untuk tetap disiplin protokol kesehatan 5M.

"Kegiatan kami dari tim satgas covid-19 masih sama yakni menghimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di malam hari yakni diatas jam 21.00 terutama untuk masyarakat yang sering nongkrong di warung-warung kopi dan di cafe-cafe", tuturnya.

Laporan reporter BorneoTribun Liber. Dua Laki-laki Pengunjung Warkop di Sanggau Reaktif Saat Diswab.

Dalam laporan dari hasil kegiatan tersebut dari 25 orang yang terdiri dari 23 orang laki-laki dan 2 orang perempuan ternyata ditemukan 2(dua) orang laki-laki yang setelah diswab antigen hasilnya reaktif.

Dari kegiatan kami tadi malam, Kata Hendro, ada dua orang laki-laki pengunjung yang nongkrong dan melewati jam operasional yakni jam 21.00 dan saat kami lakukan swab antigen ternyata hasilnya reaktif. 

"Mereka yang reaktif akan diawasi dan melakukan isolasi mandiri kemudian selanjutnya akan kita lakukan swab pcr untuk memastikan diagnosa apakah hasilnya terkonfirmasi atau tidak", jelas Hendro.

Diakhir wawancaranya, ia kembali meminta agar masyarakat tidak dulu melakukan mudik menjelang libur hari raya Idul Fitri khususnya untuk Kecamatan kapuas karena ada 3 Kelurahan yang udah masuk zona merah hal ini diharapkan dapat menekan jumlah kasus terkonformasi covid-19 di wilayah Sanggau.

"Kami tim satgas covid-19 meminta kepada seluruh masyarakat untuk meniadakan atau menunda mudik apabila tidak ada urusan yang mendesak khususnya untuk Kecamatan Kapuas karena sudah ada 3 Kelurahan yang masuk zona merah. Dengan demikian harapan kami agar kita semua diberi kesehatan dan mari bersama kita putus mata rantai covid-19", tuturnya.

Reporter: Liber

09 April 2021

Gubernur Sutarmidji Tegaskan Kebijakan Wajib Negatif Swab PCR bagi Penumpang Pesawat

Gubernur Sutarmidji  Tegaskan Kebijakan Wajib Negatif Swab PCR bagi Penumpang Pesawat
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.

BorneoTribun Pontianak, Kalbar -- Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan kebijakan wajib negatif Swab PCR bagi penumpang pesawat yang ingin datang ke Kalbar sangat efektif. Dia menyebut, kebijakan yang banyak diprotes berbagai pihak ini justru mampu menekan angka penularan Covid-19 di Kalbar. Dia pun memastikan kebijakan itu tetap berlaku hingga H+15 perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Sekarang ini banyak yang protes, marah, tentang kenapa masuk Kalbar harus PCR. Saya ingin sampaikan, dan Kemenkes harus sampaikan secara benar, bahwa satu-satunya alat yang paling efektif untuk mendeteksi Covid itu adalah Swab PCR,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Kebijakan itu pula yang menjadikan Kalbar sebagai satu-satunya daerah di Pulau Kalimantan yang terbebas dari pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro). Sehingga membuat Midji semakin optimis, kebijakan tersebut sangat efektif mencegah penularan Covid.

Seperti diketahui, Menteri Dalam Negeri telah menerbitkan Instruksi (Inmendagri) Nomor 7 tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro mulai tanggal 6-19 April 2021. Terdapat 20 provinsi se-Indonesia termasuk empat provinsi di pulau Kalimantan selain Kalbar yang wajib melaksanakan PPKM Mikro sesuai Inmendagri tersebut.

“Alhamdulillah Kalbar tidak masuk, tapi semua daerah di Kalimantan selain Kalbar semuanya masuk. Cobalah cerdas dan banyak info tentang ini, jangan hanya liat beratnya kebijakan tersebut,” kata Midji.

Ditegaskan Midji, PCR merupakan satu-satunya alat yang efektif mendeteksi Covid ketimbang Antigen atau alat lainnya. Terlebih lagi PCR sampai saat ini, ditegaskan Midji, masih merupakan gold standard dalam mendeteksi Covid.

“Antigen bisa, tapi hanya bisa membaca nilai cycle threshold tertentu. Artinya kerja setengah-setengah. Artinya, antigen masih bisa lolos. Ini yang bahaya. Kalau Genose itu hanya digunakan untuk massal seperti murid sekolah dan sebagainya, itu boleh. Tapi kalau untuk perjalanan, percuma,” tegasnya.

Menurutnya, Pemerintah jangan terlalu banyak basa basi dalam menerapkan kebijakan.

“Kalau PCR yang paling efektif dari pada lain-lain, bagus PCR. Sudah jelas. Kalau seseorang negatif, sudah pasti negatif. Kalau positif, pasti positif. Kalau Antigen belum tentu. Kecuali antara nilai CT 5 sampai 29, Antigen masih bisa membaca. Tapi kalau sudah CT 30-40 sudah tidak bisa dibaca. Itu yang jadi masalah,” kata Midji.

Menurutnya, diterapkannya kebijakan wajib negatif PCR penting. Untuk mencegah terjadinya penularan kasus dari luar Kalbar.

“Kalbar itu, dari 34 yang meninggal, 23 diantaranya terpapar dari luar Kalbar, dengan jumlah kandungan virus yang sangat besar. Untan (Universitas Tanjungpura) itu satu minggu pernah kehilangan tiga dokter, karena mereka seminar ke luar Kalbar dan terjangkit. Waktu itu masih antigen, dasar inilah kita terapkan PCR, akhirnya kita bisa kendalikan sekarang. Cobalah jangan bicara tentang kenapa PCR, tapi lihat datanya. Kan (terbukti) efektif,” tegasnya.

Ditambah lagi, berdasarkan hasil uji petik yang dilakukan pihaknya, angka keterjangkitan dari penerbangan lebih tinggi dibandingkan kapal laut yang jauh lebih rendah. Hal ini dikarenakan sirkulasi udara di kapal yang cukup bagus.

“Sebelum memutuskan PCR, kita uji coba dulu. Ternyata tingkat keterjangkitan di pesawat lebih besar. Saya tidak mau teori, saya maunya riil dan fakta. Silahkan saja. Saya mempertaruhkan kredibilitas saya untuk ini, tapi ini semua untuk kepentingan masyarakat Kalbar,” tegasnya.

Dijelaskannya pula, kebijakan wajib negatif PCR yang diterapkan pihaknya, berbeda dengan kebijakan nasional. Jika nasional memberlakukan hanya 3×24 jam, Kalbar justru memberlakukan 7×24 jam.

“Artinya kalau orang datang ke Kalbar enam hari, bisa gunakan surat yang sama. Kan begitu. Saya tidak mau hanya demi kepentingan 100-200 orang, tapi mengorbankan jutaan masyarakat Kalbar. Saya tidak mau begitu. Silahkan diskusi di sini, datang, kita kaji bersama, mana yang betul, saya tidak mau opini dibuat, sehingga kita salah mengambil keputusan,” kata Midji.

Dia pun meyakini, penumpang-penumpang pesawat merupakan masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, sehingga dinilainya mampu mengeluarkan biaya untuk pemeriksaan Swab PCR. Meski demikian, Midji memastikan akan Pemprov akan memfasilitasi jikalau ada rombongan pelajar Kalbar di luar Kalbar yang akan pulang ke daerah itu.

“Misalnya pelajar, kalau rombongan sampaikan saja ke kita. Sampai 15 hari lebaran, kita akan tetap gunakan PCR. Kalau berat (dengan kebijakan tersebut), silahkan gunakan kapal laut. Antigen kan bisa,” pungkasnya.(YK/KO/JH)

07 April 2021

Demi Tidak Terjangkitnya Covid 19, Dua Desa Kecamatan Menjalin Di Berikan Tes Swab

Demi Tidak Terjangkitnya Covid 19, Dua Desa Kecamatan Menjalin Di Berikan Tes Swab
Desa Kecamatan Menjalin Di Berikan Tes Swab.

BorneoTribun Landak, Kalbar -- Dalam rangka meminimalisir penyebaran kasus positif Covid-19 di wilayah Kecamatan Menjalin.Kasi Humas Polsek Menjalin Bripka Rodiansyah bersinergi dengan Tim Satgas dinas kesehatan dalam rangka kegiatan monitoring pelaksanaan Swab (tracking +Covid 19) ada dua Desa yakni Desa Bengkawe Dusun Apo dan Desa Menjalin Dusun Ganye Kecamatan Menjalin Kabupaten Landak . Rabu (7/4/2021).

Jumlah peserta Swab (tracking +Covid 19) sebanyak 18 orang yang di tambah 2 orang yang terkonfirmasi covid 19. Semua peserta dari Dusun Apo Desa Bengkawe dan Dusun Ganye Desa Menjalin yang merupakan kontak erat dan Positif. 

Kegiatan dilakukan dari rumah ke rumah dan juga terus dilakukan langkah antisipatif dan terprogram untuk cegah penyebaran dengan 5 M Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menghindari Kerumunan, Mengurangi Mobilitas," imbuhnya

Bripka Rodiansyah sebagai Kasi Humas disaat ikut mendampingi petugas Tim satgas Penanganan Covid 19 dari Puskesmas Kecamatan Menjakin menyampaikan bahwa kehadiran kami sebagai petugas kepolisian Khususnya Polsek Menjalin yaitu sebagai wujud sinergitas polri dengan pemerintah dan dinas kesehatan untuk bersama-sama membantu memutus rantai penyebaran virus corona

Tak lupa juga Kasi Humas mengajak Masyarakatnya untuk turut serta dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing masing sehingga terciptanya situasi yang kondusif dan juga jangan lupa untuk selalu patuhi prokes, supaya tidak mudah lagi terjangkit virus Corona," Ujarnya

Kapolsek Menjalin Iptu Burhan nuddin,SH pada saat di hubungi di ruangan kerjanya mengatakan bahwa pihaknya menerjunkan personel untuk mengawal pelaksanaan swab yang dilakukan oleh tim satgas dari Puskesmas Kecamatan Menjalin. 

"Hal itu dilakukan setelah ada dua warga Kecamatan Menjalin dinyatakan positif Covid-19.Kita lakukan pengamanan pelaksanaan tes swab agar kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar tanpa adanya penolakan,” katanya

Kapolsek juga menjelaskan bahwa ada delapan belas orang  dan di tambah dua orang yang terkonfirmasi covid 19 dilakukan pemeriksaan swab pada hari ini. Mereka berstatus orang dalam pemantauan (ODP) setelah kontak langsung dengan salah satu warganya yang dinyatakan positif Covid-19.

“Setelah dilakukan swab hasilnya akan diketahui kemudian. Untuk sementara waktu mereka yang telah menjalani tes swab melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” Ungkap Kapolsek

Penulis : Rinto Andreas/Rodiansyah

Terkini Lainnya

Hukum

Peristiwa

Kesehatan