Remaja 16 Tahun di Sanggau Tewas Tersengat Listrik Saat Gunakan Mesin Cuci

Remaja 16 tahun di Mukok Sanggau meninggal akibat sengatan listrik saat hendak menggunakan mesin cuci. Polisi menyebut insiden murni kecelakaan akibat terminal rusak dan tangan basah.
Remaja 16 tahun di Mukok Sanggau meninggal akibat sengatan listrik saat hendak menggunakan mesin cuci. Polisi menyebut insiden murni kecelakaan akibat terminal rusak dan tangan basah.

SANGGAU -- Peristiwa tragis menimpa seorang remaja perempuan berinisial GS (16) di Dusun Bidangan, Desa Serambai Jaya, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Korban meninggal dunia setelah diduga tersengat arus listrik di rumahnya saat hendak menggunakan mesin cuci untuk mengeringkan pakaian sekolahnya.

Kapolsek Mukok, AKP Ambril, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika GS mencuci pakaian sekolah secara manual seperti kebiasaannya setiap hari. Setelah selesai mencuci, korban berencana mengeringkan pakaian menggunakan mesin cuci yang berada di dalam rumah.

Berdasarkan keterangan ibu korban berinisial YI, saat itu GS mengambil kabel terminal listrik yang terletak di dekat lemari pendingin. Ketika hendak mencabut steker kulkas dari terminal tersebut, korban diduga langsung tersengat arus listrik.

“Ibunya berada di ruang depan sambil mengasuh bayi bersama seorang kerabat. Korban memang rutin mencuci pakaian sekolahnya sendiri setiap sore,” jelas AKP Ambril saat dikonfirmasi.

Tak lama kemudian, kerabat korban berinisial EW diminta membantu membersihkan bayi. Saat melintas ke ruang tengah sambil menggendong bayi, EW melihat GS sudah tergeletak di lantai. Ia segera memanggil ibu korban untuk memastikan kondisi anak tersebut.

Dalam keadaan panik, sang ibu berlari ke ruang tengah dan sempat menyentuh tubuh korban. Ia merasakan adanya aliran listrik sehingga langsung berdiri dan mencabut steker yang masih terpasang pada terminal listrik yang menempel di tiang dapur rumah.

Menurut keterangan polisi, tangan korban masih memegang terminal listrik dalam kondisi basah dan terdapat busa sabun. Dugaan sementara, kondisi tangan yang basah memperbesar risiko sengatan listrik.

Setelah aliran listrik diputus, keluarga meminta pertolongan warga sekitar dan menghubungi tenaga medis. Dokter Zeni Anzona yang datang ke lokasi menyatakan korban telah meninggal dunia di tempat.

Personel Polsek Mukok segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan terminal listrik dalam kondisi rusak dengan lubang pada bagian samping. Kabel yang digunakan juga diduga tidak memenuhi standar keamanan nasional.

Polisi menemukan tanda-tanda sengatan listrik pada tubuh korban, seperti pengelupasan kulit di telapak tangan kanan, perubahan warna kebiruan pada leher, serta bekas luka di bagian wajah. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain.

Kapolsek Mukok menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan akibat sengatan listrik di lingkungan rumah tangga.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan listrik, terutama di area yang dekat dengan air. Orang tua diminta mengawasi anak-anak ketika menggunakan perangkat elektronik dan memastikan kabel serta terminal listrik dalam kondisi layak dan berstandar SNI.

“Kami mengingatkan agar instalasi listrik dijauhkan dari sumber air, tangan harus dalam kondisi kering saat menyentuh peralatan listrik, dan segera ganti kabel yang rusak atau terkelupas. Keselamatan keluarga adalah prioritas,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa kelalaian kecil dalam penggunaan listrik bisa berakibat fatal. Edukasi keselamatan listrik di rumah perlu terus ditingkatkan demi mencegah korban jiwa berikutnya.

FAQ Seputar Kejadian Sengatan Listrik di Rumah

1. Apa penyebab utama korban tersengat listrik?
Diduga korban tersengat saat mencabut steker dari terminal listrik dalam kondisi tangan basah dan terminal dalam keadaan rusak.

2. Apakah ada unsur kekerasan dalam kejadian ini?
Tidak. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan lain. Peristiwa ini murni kecelakaan rumah tangga.

3. Apa imbauan polisi kepada masyarakat?
Gunakan peralatan listrik berstandar SNI, pastikan tangan kering, jauhkan instalasi dari air, dan segera ganti kabel rusak.

4. Mengapa tangan basah berbahaya saat menyentuh listrik?
Air mempercepat aliran listrik sehingga meningkatkan risiko sengatan yang bisa menyebabkan luka serius hingga kematian.

Penulis: Libertus

Tinggalkan Komentar anda Tentang Berita ini